Arsip Tag

#Main Story

18 chapter

PROLOG Arc 1: Runtuhnya Realita

PROLOG - Awal yang tak tertulis

Salatiga, siang hari, beberapa jam sebelum dunia berubah. Angin sore berembus pelan menyusuri jalanan Salatiga yang biasanya damai. Daun-daun pohon hanya bergoyang sedikit, tapi udara t...

CH 001 Arc 1: Runtuhnya Realita

Chapter 1 - Hari Ketika Cerita Menjadi Nyata

Mbarep terbangun di lantai kamarnya, masih dengan pakaian yang sama. Cahaya dari luar tidak lagi terang, tetapi keunguan, seolah-olah langit telah mengganti spektrum warnanya. Listrik d...

CH 002 Arc 1: Runtuhnya Realita

Chapter 2 - Sistem Baru

Mbarep memandangi punggung Lydia yang menjauh, perasaan hangat dan sedih bercampur di dadanya. Mereka berdua sama-sama dewasa sekarang, sama-sama punya beban masing-masing. Tapi entah k...

CH 005 Arc 2: Menara Rengkah

Chapter 5 - Pasar Tanpa Waktu

Saat cahaya biru memudar, dunia berubah. Bukan sekadar pemandangan yang berganti, tapi hukum realitas itu sendiri. Ratusan penantang dari berbagai penjuru Shelter Zona 07 muncul bersama...

CH 006 Arc 2: Menara Rengkah

Chapter 6 - Sang Tuyul Penjaga

Panggung kayu itu mengeluarkan suara derit menyakitkan saat papan-papannya terangkat oleh kekuatan yang tak kasatmata. Dari celah lantai, muncul makhluk penjaga dengan aura ketakutan...

CH 007 Arc 2: Menara Rengkah

Chapter 7 - Konstelasi Bintang

Alun-alun Salatiga diselimuti diam. Debu masih mengepul dari tanah retak, serpihan logam berserakan bersama bau hangus dan darah. Menara Rengkah Jagad berdiri membisu—raksasa yang telah...

CH 008 Arc 3: Jalur yang Terpisah

Chapter 8 - Jalan yang terpisah

Shelter Zona 07 dipenuhi aktivitas persiapan keberangkatan menuju Semarang. Matahari mulai menunjukkan dirinya dari balik reruntuhan kota, menyinari wajah-wajah lelah para penantang yan...

CH 009 Arc 3: Jalur yang Terpisah

Chapter 9 - Bisikan dari Kedalaman

Jalan setapak dari air yang mengeras membawa Mbarep semakin jauh dari tepi danau. Setiap langkahnya menimbulkan riak biru di permukaan, dan suara gemericik air di sekitarnya tidak seper...

CH 010 Arc 3: Jalur yang Terpisah

Chapter 10 - Teman Baru

Pagi itu, jalanan menuju Semarang terasa lebih sunyi dari biasanya. Matahari baru saja naik, embun masih menggantung di rerumputan liar yang tumbuh di sela-sela aspal retak. Tim Mbarep...

CH 011 Arc 4: Ujian Kuil Harmoni

Chapter 11 - Ujian Kuil Harmoni (I)

Hembusan udara dingin menyambut Mbarep saat ia menapaki gerbang batu yang dipahat naga. Sengatan aroma damar dan kemenyan menguar samar, berpadu dengan bau tanah basah setelah hujan—tap...

CH 012 Arc 4: Ujian Kuil Harmoni

Chapter 12 - Ujian Kuil Harmoni (II)

Kristal kedua di genggaman Mbarep terasa dingin, sebuah penanda bisu atas kemenangannya dalam kesedihan yang berhasil diikhlaskannya. Setelah berhasil melewati ujian Tanah dan Air, ia m...

CH 013 Arc 4: Ujian Kuil Harmoni

Chapter 13 - Ujian Kuil Harmoni (III)

Jalan menuju pilar terakhir terasa seperti perjalanan menuju tiang gantungan. Setiap langkah terasa berat, seolah gravitasi di dalam kuil ini meningkat sepuluh kali lipat. Ruangan di ha...

CH 015 Arc 5: Warisan Takhta

Chapter 15 - Warisan Naga Air (I & II)

Kesadaran Mbarep telah kembali, bukan sebagai ledakan, tetapi sebagai riak lembut di lautan ketiadaan. Mbarep "terbangun", jika itu bisa disebut demikian. Ia tidak memiliki tubuh, tidak...